Minggu, 14 Desember 2014

TIDAK ADA YANG TETAP KECUALI WAJAH TUHAN

  • Perkara perbudakan yang ada di dalam Al-Quran, kini tidak lagi ada dalam pikiran negara-negara muslim ataupun khazanah intelektual islam kontemporer. Ayat-ayat dalam kitab suci tentang perbudakan tidak lagi dijadikan acuan bolehnya sistem budak di abad modern. Kalau dulu Tuhan (dalam kitab suci) membolehkan perbudakan, itu adalah masalah tradisi.  Kebiasaan masyarakat arab memiliki hamba sahaya. Tradisi mereka dahulu berlaku semena-mena terhadap budak yang dimiliki. Memiliki budak pada waktu itu tidak ada bedanya dengan memiliki hewan peliharaan. Maka datanglah Islam dengan ajarannya yang mulia mengatur masalah perbudakan. Hamba sahaya tidak lagi diperlakukan semena-mena, melainkan diangkat derajatnya sebagai pembantu. Dan ini ditegaskan sendiri oleh nabi melalui hadisnya; bayarlah upah sebelum kering keringatnya.
  • Riba adalah pungutan dari sesuatu yang tidak produktif, tetapi apabila diambil dari sesuatu yang produktif menjadi sebuah ongkos kerja.
    Mungkin yang perlu digarisbawahi di sini adalah HAL YANG PRODUKTIF itu. Kapan sesuatu itu dianggap produktif, dan kapan tidak.
  • Untuk menjadi seorang muslim yang baik seseorang tidak perlu mendirikan negara islam, apalagi dengan kekerasan. Walaupun ada juga yang menafsirkan bahwa islam sebenarnya disebarkan dengan penaklukan. Penaklukan dalam arti pembebasan. Karena dalam setiap negeri yang diduduki islam tidak akan ada pembantaian penduduk setempat, dan tentara yang menyerah. Seperti dalam penaklukan mekkah.
    Kaitan ini adalah tentang islam dan negara. Memang rumit kalau melihat keduanya. Namun hubungan itu dapat diperjelas dengan membaginya menjadi dua tipe:
    1.       Substantif Inklusif
    Memberikan pengertian pada penitikberatan substansi islam. Dimana dalam hubungannya dengan islam dan negara tidak diperlukan formalitas islam atas negara. Artinya ketika suatu negara bisa menerapkan keadilan dan kesejahteraan untuk rakyatnya maka pada hakekatnya negara itu adalah negara islam.
    2.       Legal Eksklusif
    Pemikiran ini, memfokuskan pada bentuk-bentuk formal islam atas negara. Sistem pemerintahan yang diinginkan mengambil cara dan simbol-simbol islam seperti yang dicontohkan nabi dan para pendahulu.

    Penting untuk dijadikan catatan, cara pemilihan pimpinan di masa sahabat memiliki cara-cara berbeda. Ada yang secara langsung oleh masyarakat, penunjukan pengganti, hingga pembentukan komite pemilihan.
    Mengingat kompleksnya masyarakat islam dan pemikiran islam kontemporer saat  ini, rasanya sulit untuk menyatukan umat islam dalam satu pimpinan. Perbedaan negara dan semangat nasionalisme, atau keinginan kekuasaan dengan legitimasi keagamaan menjadi salah satu faktor penghambat. Akan lebih mudah mengaplikasikan pemikiran substantif inklusif dalam bermasyarakat. Menarik untuk diingat tulisan bung karno pada tahun 40-an yang berjudul ISLAM SONTOLOYO (bung karno: islam sontoloyo). Disitu bung karno menyoroti pentingnya menggalakkan substansi islam, karena kalau hanya fokus pada hukum-hukum fiqh maka sesungguhnya hukum-hukum itu bisa dipermainkan.
  • Islam adalah rahmatan-lilalamin, berarti islam adalah cocok secara universal dalam hal substansinya. Dalam konteks majemuk indonesia, nilai-nilai islam dapat menjadi pedoman dalam merespon kemajemukan budaya.
Tulisan ini adalah rangkuman dari bermacam sumber, bukan asli pikiran penulis. Karena sejatinya, pemikiran secara umum mengikuti pemikiran sebelumnya. dan dengan ini saya mohon ijin kepada para pemikir yang saya ambil buah pemikirannya.

Selasa, 28 Oktober 2014

kerangka berpikir

berawal dari pengalaman bahwa, kalimat yang terucap lebih mudah menguap daripada yang tertulis. disamping itu, retorika tak akan berguna kalau hanya diungkap melalui mulut yang berbusa-busa.
di sinilah akar saya mulai menulis, mencoba membingkai apa yang ada di pikiran saya tentang hidup dan kehidupan, sejauh nalar yang bisa saya jangkau.

melihat kepada sekitar, tentang manusia tentulah tak bisa lepas dari kemanusiaan. kemanusiaan sendiri dalam persepsi saya adalah lingkar kebaikan yang merupakan kodrat manusia. termasuk di dalam kemanusiaan itu adalah agama, budaya, etika, dan estetika. mungkin agak aneh meletakkan agama dalam lingkar kemanusiaan bukan kemanusiaan dalam lingkar agama. artinya menurut saya, di dunia ini yang universal adalah kemanusiaan. yang diutamakan Tuhan adalah kemanusiaan. perihal tuhan menitahkan ada sebuah agama yang paling benar di sisinya itu semata-mata agama tersebut paling baik bagi kemanusiaan.

saya sadar bahwa saya bisa saja jatuh ke dalam paham pluralisme. yang arti harfiahnya semua agama benar. dalam sudut ini, terdapat dua cara berpikir menafsirkan kebenaran. ialah logika dan dialektika. logika dipakai biasanya untuk hal2 yang lebih mudah, sedang dialektika biasanya digunakan buat persoalan yang lebih kompleks.

dalam logika, kalau diaplikasikan pada agama akan mempunyai forula: jika a benar, maka b salah. begitu sebaliknya. implikasinya, jika agama a diridhai, pasti b tidak diakui.
maka pertanyaannya, apa iya tuhan menggunakan cara berpikir berpikir seperti itu?
apakah tuhan akan menyamakan keputusannya terhadap manusia baik sama dengan keputusan hakim yang memenangkan rentenir atas petani? seperti dalam kasus, utang tetaplah utang yang harus tetap dibayar tanpa memperhitungkan sebab terjadinya proses utang piutang.
bagi saya, cara berpikir tuhan itu amatlah luas. kebijaksanaannya melebihi kebijaksanaan siapapun. maka mungkin tidak ada salahnyalah saya memakai dialektika, meskipun sangat tidak memadai untuk menggambarkan bagaimana tuhan berpikir.

tuhan menciptakan manusia dengan pikiran yang dianugerahkan untuk kebaikan. tuhan tidak membenci manusia, ciptaan istimewanya. untuk apa tuhan menciptakan manusia? kalau toh sebenarnya dia tidak butuh secuilpun dengan keberadaan ciptaannya itu.
jawabannya adalah kasih sayang. karena kasih sayang tuhanlah kita ada. maka janganlah heran kalau saya katakan yang utama di dunia ini adalah kasih sayang yang merupakan kata lain dari kemanusiaan.

Minggu, 30 Maret 2014

MH370

Maskapai penerbangan milik Negara Malaysia, Malaysian Airlines System dalam perjalanannya dari Kuala Lumpur ke Beijing mengalami musibah yang sampai saat ini belum diketahui penyebabnya. Pesawat nahas tersebut hilang kontak dua jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur pada tanggal 8 Maret 2014 tepat ketika berada di atas teluk Thailand. Di dalam Boeing 777-200ER itu terdapat 239 orang termasuk 12 awak pesawat yang sebagian besar penumpangnya merupakan warga Negara Cina.

MH370 berangkat pada pukul 00.42 waktu Malaysia dan diperkirakan sampai di Beijing pukul 06.30 pada hari yang sama. Kontak terakhir pesawat itu dengan ATC Kuala Lumpur yaitu pada jam 1.21, untuk selanjutnya MH370 mengontak ATC Ho Chi Minh Vietnam. Namun, ATC Vietnam gagal melakukan kontak dengan MH370, yang belakangan diketahui transpondernya dimatikan secara sengaja.

Posisi terakhir MH370 diketahui berada di atas teluk Thailand. Namun berdasarkan penelitian lebih lanjut, pesawat itu berbelok ke arah barat yang pada pukul 2.15 diketahui berada di selatan Pulau Phuket di Selat Malaka. Dan pada pukul 2.40 pesawat terpantau di dekat Pulau Perak.

Dalam bahasa penerbangan (berdasarkan radar militer Malaysia yang diperoleh Reuters 14/03/2014), pada jam 1.21 MH370 berada di Waypoint IGARY. Setelah itu MH370 bergerak ke arah barat menuju Waypoint VAMPI (timur laut Banda Aceh). Setelah mencapai VAMPI, MH370 berbelok ke arah timur laut menuju Waypoint GIVAL (sebelah selatan Phuket) dan selanjutnya mengubah arah ke barat laut menuju Waypoint IGREX di tengah laut Andaman dan tidak bisa lagi dijejak radar militer Malaysia.



airinfodotorg.files.wordpress.com

Sejauh ini, semua masih berupa spekulasi mengenai mengapa pesawat itu menyimpang dari rute sebenarnya dan ada di mana pesawat itu sekarang berada. Mulai dari teori pembajakan, kerusakan, kebakaran dan ledakan yang menyebabkan pesawat itu tidak diketahui keberadaannya.  Spekulasi-spekulasi itu didasari oleh berbagai macam alasan, seperti dua orang yang menggunakan passport curian sehingga dihubungkan dengan pembajakan ataupun sang pilot Zaharie Ahmad Shah yang diduga merupakan pendukung fanatik pemimpin oposisi Anwar Ibrahim. Dilaporkan juga, sebelum berangkat ke Beijing Kapten Zaharie Ahmad Shah mengikuti sidang sodomi Anwar Ibrahim (merdeka.com). Juga dengan ditemukannya simulator penerbangan di rumah pilot berusia 53 tahun tersebut (belakangan dipastikan simulator itu tidak ada kaitannya dengan kecelakaan). Tentunya, semua spekulasi itu masih merupakan dugaan-dugaan semata. Yang mungkin bisa meraba-raba mengapa dan di mana MH370 sekarang berada.

Tragedi MH370, secara langsung membuka tatapan dunia kepada pemerintah Malaysia. Dinilai, Malaysia tidak terbuka tentang pemberian informasi MH370. Pengamat menilai, ada yang ditutup-tutupi mengenai keadaan sebenarnya pesawat itu. Pemerintah Cina yang 152 warganya ikut dalam penerbangan tersebut, menuntut Malaysia untuk memberikan akses yang seluas-luasnya kepada keluarga korban mengenai informasi yang berkaitan dengan penerbangan itu.

Sampai tanggal 28 maret 2014, pencarian MH370 telah menjadi pencarian terbesar sepanjang sejarah penerbangan. Melibatkan 26 negara dan puluhan kapal laut maupun pesawat terbang. pencarian MH370 menemui  Titik terang ketika satelit Australia mendapat citra obyek di Samudera Hindia pada jarak lebih dari 2500 km barat daya kota perth. Walaupun diketahui akhirnya objek itu merupakan kontainer, namun di sekitar daerah temuan tersebut selanjutnya banyak ditangkap objek-objek berukuran 2 sampai 16 meter. Satelit Prancis mendeteksi sekitar 122 objek di area seluas 400 kilometer persegi, 2557 km dari perth. Dugaan kuat objek tersebut terbuat dari metal karena berwarna putih dalam citra satelit. Pun satelit Thailand menemukan 300 kepingan mengambang di area sekitar itu.

Penemuan-penemuan ini secara tidak langsung, dapat memfokuskan area pencarian. dibanding sebelumnya yang tidak ada batasan dalam pelacakan koridor selatan Samudera Hindia. Selain itu, bagi pemerintah Malaysia penemuan ratusan objek itu dimanfaatkan sebagai landasan pengumuman tentang keberadaan MH370 walaupun ini tidak benar, membuat keputusan hanya berdasarkan citra satelit yang belum tentu benar. Sebagaimana diketahui sebelumnya, pemerintah Malaysia terkesan bingung atas berbagai pertanyaan di mana sebenarnya MH370 berada.

Meskipun belum pasti bahwa objek-objek itu merupakan serpihan MH370, perdana menteri Malaysia Najib Razak mengumumkan bahwa penerbangan MH370 dipastikan berakhir di Samudera Hindia dan semua penumpang tidak ada yang selamat. Kontan saja pengumuman ini membuat keluarga korban shock. Mereka menganggap pemerintah Malaysia mengada-ada  dan meminta keterangan lebih sebagai dasar pengumuman tersebut. Konferensi pers Najib Razak itu menyulut emosi keluarga korban, dan menuduh pemerintah Malaysia melakukan upaya untuk menghentikan pencarian para korban.

Selain kemarahan keluarga korban, MH370 juga mengundang keprihatinan salah satu selebriti Cina. Melalui jejaring sosial, dia mengajak 60 juta lebih followernya memboikot produk-produk Malaysia. Dan sampai sejauh ini, MH370 telah berdampak negative kepada sektor pariwisata Malaysia. Diperkirakan tahun ini jumlah turis cina yang berkunjung ke Malaysia susut 50%. Tiket F1 Sepang hanya terjual 50 lembar. Begitu juga dengan maskapai Malaysia Airlines, banyak penumpang yang membatalkan penerbangannya karena khawatir dengan keamanan maskapai yang katanya terbaik di asia itu.

Kalau ditilik lebih jauh, ternyata Malaysia Airlines bukanlah perusahaan penerbangan yang sehat. Setidaknya dalam dua tahun terakhir  Malaysia Airlines selalu merugi. Tahun 2012 Malaysia Airlines mengalami kerugian 433 juta ringgit dan naik hampir 3 kali lipat di tahun 2013 sebesar 1,17 miliar ringgit. Tingginya harga bahan bakar dan melemahnya ringgit terhadap dolar merupakan penyebab utama kerugian itu. (detik finance). Ditambah lagi dengan klaim asuransi yang nantinya masih harus dibayar Malaysia Airlines System.

Pada awalnya, memang Malaysia Airlines yang harus menanggung semua kerugian sebelum Malaysia Airlines mengajukan klaim asuransi. Ini diperlukan untuk menjaga nama dan reputasi perusahaan itu sendiri. Sehingga ke depannya bisa tetap menjadi pemain utama dalam bisnis penerbangan Malaysia.

Dari tanggal 8 Maret 2013, berarti sudah 20 hari MH370 hilang. Harapan satu-satunya untuk mengetahui penyebab pasti tragedi MH370 tinggallah kotak hitam. Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder. Pencarian terus berpacu dengan waktu mengingat baterai kotak hitam MH370 hanya bertahan 30 hari plus 5 hari tambahan. Berarti kotak hitam akan berhenti total mengirim ‘ping’ pada tanggal 12 april 2014. Ketika telah lewat ‘ping’ terakhir, maka pencarian kotak hitam menjadi sangat sulit. Walaupun mungkin metode Bayes yang pernah digunakan dalam pencarian pesawat Air France AF447 bisa diaplikasikan. (liputan6)

Akhirnya apapun itu, bagaimanapun akhirnya, semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kepada semua kerabat penumpang MH370 semoga diberikan yang terbaik. Amin.



[Dari berbagai sumber]

Rabu, 26 Maret 2014

Islam, yes! Partai Islam, No! Golput, No!

Teringat akan cak nur, yang terkenal dengan sekulerisasinya. Beliau mempopulerkan sekulerisasi untuk memurnikan akidah (dalam pandangannya). Mengukhrawikan apa yang ukhrawi, dan menduniawikan apa yang duniawi. Dan islam, bagi cak nur memiliki (meliputi) seluruh sendi-sendi kehidupan. Nilai-nilai Islam bersifat universal, sejalan dengan ajaran islam sebagai rahmat bagi sekalian alam.

Mendekati 9 April 2014, pesta demokrasi. Seorang teman bertanya kepada saya “kamu pilih apa?” saya jawab saja dengan gamblang “tentunya partai yang kerjanya baik”. “jawabanmu terlalu tinggi, idealis, mana ada partai sekarang yang benar-benar bekerja ikhlas untuk rakyat. Demikian juga kadernya, hanya ingin meraup keuntungan (seperti iklan rokok di tv).” Saya bertanya balik “jadi kamu tidak percaya pemimpin (calon pemimpin)?”. “tidak” katanya. Tak perlu berpanjang lebar tentang dialog itu. Dalam pikiran kembali terbersit pemikiran cak nur: Islam, yes! Partai Islam, no!.

Kalau dicermati, jawaban teman saya itu betul tapi tidak benar. Betul kalau melihat kejadian para pemimpin kita akhir-akhir ini. Korupsi merajalela, selingkuhan di mana-mana. Menumpuk harta ambisinya, selangkangan hiburannya. Tidak yang Islam tidak yang nasionalis, banyak pemberitaan negatif. Wajar jika masyarakat tidak percaya kepada calon pemimpin. Sehingga bisa dimaklumi angka golput semakin tinggi.

Citra negatif partai, juga tidak lepas dari pemberitaan media (kita harus berterima kasih kepada media). Namun, sebagai pembaca yang baik jangan sampai menelan mentah-mentah apa yang diberitakan media. Bisa saja berita yang diturunkan media lebih kepada keinginan masyarakat (faktor dibanding fakta sebenarnya (dramatisir). Tidak sedikit para pemilik media merupakan anggota parpol tertentu, harus diwaspadai bagaimana pemberitaannya.

Sehubungan dengan golput dan Islam, yes! Partai Islam, no!-nya cak nur, apa memang benar di antara sekian partai dan ribuan caleg yang mencalonkan diri sudah tidak ada lagi yang baik dan benar-benar ikhlas mau bekerja untuk kepentingan masyarakat. Memang, ongkos politik mahal, tapi itu bukan sebab kita apatis terhadap pemilu. Yang dibutuhkan hanyalah sedikit kepercayaan. Kalau selama ini kita merasa selalu dibohongi pemimpin, itu juga termasuk salah kita. Kenapa yang dipilih ya itu-itu saja. Kalau dikatakan karena yang mencalonkan ya itu-itu saja, kenapa mulai sekarang kita tidak berdisiplin diri bersiap menjadi pemimpin? Kenapa kita tidak memimpin diri sendiri dengan baik? Kenapa harus selalu mengeluh menyalahkan sistem? Mungkin perlu diingat, perbuatan baik sekecil apapun tapi kalau banyak yang melakukannya pasti hasilnya akan berdampak besar.

Islam, sebagai agama yang mengutamakan kebaikan, nilai-nilainya pasti diadopsi oleh para calon anggota dewan (meski masih merupakan teori). Makanya, sebagai pemilih, kita juga harus aktif mengenal mereka. Bukan tugas mereka saja mengenalkan diri. Ini dimaksudkan agar tercipta kepemimpinan yang baik. Stabilitas dan keamanan terjaga. Sebagaimana maksud utama demokrasi, yaitu memilih pemimpin. Entah itu nantinya menjadi pemimpin yang baik atau buruk. Ini sejalan dengan adagium “enam puluh tahun bersama pemimpin yang jahat, lebih baik daripada satu malam tanpa pemimpin”. Tugas kita sebenarnya adalah memilih dan mengawasi.

Memilih dalam pemilu, memberi arti bahwa kita percaya diri. Percaya kepada apa yang kita pikirkan kemudian kita pilih untuk lakukan. Orang golput itu adalah orang apatis. Tentang orang apatis, Koffi Annan pernah berkata “bangsa yang besar adalah bangsa yang pemudanya tidak apatis terhadap pemilu”. Kalau kau tidak percaya orang lain, mulai sekarang buatlah dirimu dipercaya orang lain.

Rabu, 02 Januari 2013

cerita tentang perempuan tangguh


Beberapa hari ini aku dihadapkan pada pribadi tangguh seorang wanita. Sisi lain kekuatan seorang perempuan yang membuktikan pernyataan bahwa makhluk terkuat di bumi adalah mereka. Makhluk Tuhan paling unik, dimana di balik deraian air matanya tersimpan kekuatan dahsyat yang bisa meluluhlantakkan gunung sekalipun. Kecantikan, keindahan, dan kepribadiannya telah banyak diceritakan. Mulai dari penaklukan menjadi kehancuran atau sebaliknya, dari kehancuran menjadi sebuah kemegahan. Apa yang dirasa tidak mungkin akan terasa mudah karena perempuan. Begitupun sesuatu yang begitu mudah bisa saja terasa sulit. Itu juga karena perempuan.
Perempuan tangguh yang ingin saya ceritakan sekarang adalah bukan tentang kepahlawanan, tetapi lebih kepada ketangguhannya dalam menyikapi hidup. Perempuan ini tidaklah mencita-citakan kemewahan dalam hidupnya. Keinginan terbesarnya hanyalah dihargai sebagaimana adanya. Namun, apalah daya ketika semua keinginannya hanya ada dalam angan belaka.

Sejak ia berpamitan kepada keluarganya lima tahun lalu, siapa sangka itulah pertemuan terakhir baginya. Hendak ia merantau ke negeri jiran meninggalkan keluarganya demi mencari penghidupan yang lebih baik. Rumahnya berada di sebuah desa pedalaman Kupang. Jauh dari hingar bingar.
Perempuan ini tenang dalam pembawaan, pelan dalam pembicaraan, dan sopan ketika berinteraksi dengan orang. Apapun kebaikan yang pernah dibayangkan manusia, mungkin ia telah memilikinya. Sifat ini bisa jadi terbentuk karena keadaan keluarganya. Bisa juga karena lingkungan tempat tinggalnya jauh dari keramaian dan hingar bingar. Sehingga memungkinkan ia untuk lebih menghayati keadaan di sekitarnya.
Keberangkatan dirinya meninggalkan kampung halaman diiringi tangis dan kesedihan oleh keluarganya. Dia menempuh jalur darat. Dari Kupang, Denpasar, Surabaya kemudian menuju Batam dengan menggunakan kapal laut. Ini dilakukannya untuk menghemat biaya. Apalagi modal transportasinya hasil pinjaman tetangga yang prihatin padanya.

Saya pernah diceritakan tentangnya ketika perjalanan. Perempuan ini tak pernah sedikitpun merasa kesusahan. Dalam perjalanannya ada saja seseorang yang selalu membantunya. Seperti mengangkatkan kopernya, membelikan makan untuknya ataupun hal remeh temeh lainnya. Mungkin ada benarnya juga bahwa ketika kecantikan dan kebaikan ada dalam seorang perempuan, maka laki-laki mana yang tega berbuat jahat padanya. Terbukti kebenarannya, orang sabar disayang Tuhan.
Tujuan perjalanan selanjutnya adalah Tanjung Pinang, pintu masuk negara Malaysia. Dan kota ini mungkin menjadi sejarah terindah yang pernah ia lalui. Di sini ia dipertemukan dengan seorang lelaki yang mampu merebut hatinya. Lelaki baik yang dirasa mampu menjaga hidup dan matinya. Hubungan itu berlanjut sampai mereka berdua masuk ke Malaysia, Kuala Lumpur tepatnya. Di sana mereka menikah. Menghabiskan masa-masa indah.

Keindahan pernikahan akan bertambah manakala ketika pohon cinta yang ditanam telah menghasilkan buah. Buah cinta itu telah bersemayam dalam rahimnya setelah hampir setahun mereka menikah. Bertambah lengkap apa yang ia rasa.

Pembersihan oleh pemerintah Malaysia terhadap para pendatang tanpa dokumen lengkap, membuat ia dan suaminya harus kembali ke tanah air. Bermaksud membina rumah tangga di tempat suaminya. Kepulauan kecil dan terpencil di laut Jawa. Meski ia tahu keadaan suaminya sama kekurangannya dengan dirinya, namun pengabdian ia tetap saja mau ikut ke sana. Ingin mendampingi kala sang suami senang atau susah, sedih atau bahagia. Ia juga tidak mungkin meminta suaminya untuk pulang ke Kupang, desanya.
Ini adalah awal semua belokan takdir itu. Pelan tapi pasti nasib mulai menjauhi keinginannya. Setelah lahir anak pertamanya, perubahan sikap keluarga suaminya lebih terasa. Selalu ada hal yang tidak mereka sukai padanya. Mulai yang besar sampai yang remeh sekalipun akan mendatangkan kemarahan. Kedengkian yang tidak kecil. Bahkan akan saat sakitpun ia tetap saja mendapat perlakuan seperti itu.
Waktu itu, selepas Ashar ketika kulihat perempuan ini duduk berdua dengan wajah sendu bersama salah satu paman suaminya. Sebagai orang yang masih menjunjung tinggi etika, aku berpikir kurang baik tentang itu. Namun, akan kuceritakan tentang itu di  akhir tulisan ini kawan. Kuambil saja anaknya, dan kubawa bermain di pantai. Pikirku, itu adalah urusan orang. Tidak baik aku turut campur ke dalamnya.
Walaupun semua yang ia harapkan tidak sejalan dengan kenyataan, ia tetap tegar. Rasa pengabdiannya pada suami tak sediktpun berkurang. Melepas atau menyambut suaminya bekerja masih dengan penuh perasaan sayang. Kalau kuingat ia melakukan semua itu, ada bagian hati terasa perih. Dan aku berjanji karena semua ini, akan kuperlakukan perempuanku sebagai bidadari. Aku tidak ingin menambah penderitaan yang sama kepada perempuan-perempuan lain.

Kalau kuperhatikan, sepertinya perempuan ini tambah hari wajahnya semakin kuyu. Aura kecantikannya memang tidak hilang, tapi tampak jelas di sana telah banyak guratan-guratan kesedihan. Tubuhnya sangat kurus, hanya tulang terbalut kulit. Beban itu benar-benar memberatkannya. Baik pikiran atau pekerjaan keduanya telah membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan.
Sebagai upaya meringankan beban suaminya, ia menjadi buruh cuci. Apa yang dapat kawan bayangkan dengan perempuan miskin bersama anaknya yang masih kecil sedang mencuci pakaian orang lain. Miris. Begitu aku melihatnya. Dan dalam bayanganku, aku takkan kuat menjadi seperti itu. Terlalu berat, bahkan untuk mengangankannya.

Di sela pekerjaannya, masih sering terlihat senyum merekah di bibirnya. Menampakkan pada orang lain bahwa ia bahagia dengan apa yang ia jalani. Menepis dugaan dan anggapan siapa saja yang memperhatikannya. Meski semua tahu bahwa batinnya tidaklah begitu.
Dan pada puncaknya, pada tanggal 29 bulan terakhir tahun 2012 akhirnya ia menyerah. Memberikan tubuhnya pada peluk bumi. Mengakhiri goresan-goresan takdir yang telah ia buat dalam kehidupan ini. Ia telah pergi dengan meninggalkan jejak nama yang apabila orang lain mengingatnya akan disamakan dengan pengabdian, kebaikan, dan rasa iba. Tapi, tidak hanya itu bagiku. Namamu wahai perempuan akan kuingat sebagai ketangguhan dan pengorbanan. Tangguh karena dalam kehidupan engkau melakukan semuanya sendiri, tanpa keluh dan kesah. Juga tangguh karena dalam kematianpun engkau sendiri, tanpa ada satupun keluargamu yang mengetahui.

Memang benar, terkadang sesuatu akan jelas ketika kematian telah datang. Begitu pula tentang dirinya. Telah terang bagiku bahwa ketika ia bersama orang lain dengan wajah sendu saat itu a butuh sesuatu yang menguatkan semangatnya. Mengisi kembali gairah hidupnya yang aus karena keadaan. Bukan untuk hal lain! Terkutuklah semua pikiran buruk yang muncul saat itu. Semoga setiap pikiran buruk yang ditujukan padanya akan dijadikan sebagai amal kebaikan baginya. Amin.