Selasa, 28 Oktober 2014

kerangka berpikir

berawal dari pengalaman bahwa, kalimat yang terucap lebih mudah menguap daripada yang tertulis. disamping itu, retorika tak akan berguna kalau hanya diungkap melalui mulut yang berbusa-busa.
di sinilah akar saya mulai menulis, mencoba membingkai apa yang ada di pikiran saya tentang hidup dan kehidupan, sejauh nalar yang bisa saya jangkau.

melihat kepada sekitar, tentang manusia tentulah tak bisa lepas dari kemanusiaan. kemanusiaan sendiri dalam persepsi saya adalah lingkar kebaikan yang merupakan kodrat manusia. termasuk di dalam kemanusiaan itu adalah agama, budaya, etika, dan estetika. mungkin agak aneh meletakkan agama dalam lingkar kemanusiaan bukan kemanusiaan dalam lingkar agama. artinya menurut saya, di dunia ini yang universal adalah kemanusiaan. yang diutamakan Tuhan adalah kemanusiaan. perihal tuhan menitahkan ada sebuah agama yang paling benar di sisinya itu semata-mata agama tersebut paling baik bagi kemanusiaan.

saya sadar bahwa saya bisa saja jatuh ke dalam paham pluralisme. yang arti harfiahnya semua agama benar. dalam sudut ini, terdapat dua cara berpikir menafsirkan kebenaran. ialah logika dan dialektika. logika dipakai biasanya untuk hal2 yang lebih mudah, sedang dialektika biasanya digunakan buat persoalan yang lebih kompleks.

dalam logika, kalau diaplikasikan pada agama akan mempunyai forula: jika a benar, maka b salah. begitu sebaliknya. implikasinya, jika agama a diridhai, pasti b tidak diakui.
maka pertanyaannya, apa iya tuhan menggunakan cara berpikir berpikir seperti itu?
apakah tuhan akan menyamakan keputusannya terhadap manusia baik sama dengan keputusan hakim yang memenangkan rentenir atas petani? seperti dalam kasus, utang tetaplah utang yang harus tetap dibayar tanpa memperhitungkan sebab terjadinya proses utang piutang.
bagi saya, cara berpikir tuhan itu amatlah luas. kebijaksanaannya melebihi kebijaksanaan siapapun. maka mungkin tidak ada salahnyalah saya memakai dialektika, meskipun sangat tidak memadai untuk menggambarkan bagaimana tuhan berpikir.

tuhan menciptakan manusia dengan pikiran yang dianugerahkan untuk kebaikan. tuhan tidak membenci manusia, ciptaan istimewanya. untuk apa tuhan menciptakan manusia? kalau toh sebenarnya dia tidak butuh secuilpun dengan keberadaan ciptaannya itu.
jawabannya adalah kasih sayang. karena kasih sayang tuhanlah kita ada. maka janganlah heran kalau saya katakan yang utama di dunia ini adalah kasih sayang yang merupakan kata lain dari kemanusiaan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar